Langsung ke konten utama

Diagnosis Trypophobia dan Penanganan Tepat pada Gejalanya

Trypophobia menimbulkan reaksi ketakutan atau kecemasan sebagai pertahanan diri otomatis agar pengidapnya tidak mengalami hal-hal tersebut. Fobia ini merespons kumpulan lubang-lubang kecil atau berongga yang bisa menyebabkan timbulnya rasa jijik atau geli, bahkan panik berlebihan. Otak pengidapnya memang mengasosiasikan lubang-lubang ini dengan bahaya. Umumnya, penderita menganggap visualisasi atau kondisi nyata lubang-lubang kecil tersebut sebagai benda berbahaya.

Gejala yang Dialami Penderita Trypophobia

Gejala yang Dialami Penderita Trypophobia

Diagnosis trypophobia yang menjadi dasar penanganan fobia ini diperoleh dari pemeriksaan medis dan psikis terhadap penderita. Sebelum mengambil tindakan pemeriksaan untuk mendiagnosis fobia yang dialami, tentu pengidapnya akan menyadari terlebih dahulu gejala-gejala yang dialaminya. Dengan merasakan dan menyadari adanya gejala tersebut, barulah seseorang akan memeriksakan kondisi dirinya.

Dalam kasus trypophobia, terdapat berbagai gejala umum bahkan sampai ciri-ciri komplikasi yang bisa dialami pengidapnya bisa dikenali. Inilah yang menjadi dasar dalam proses diagnosis trypophobia. Pengidapnya akan mengalami efek ketakutan parah, gemetar, berkeringat, gatal, mual sampai kecemasan atau kepanikan setelah melihat area berlubang kecil-kecil dan berkumpul ataupun berupa rongga.

Adanya gejala tersebut memang perlu disadari sejak awal agar segera dilakukan penanganan. Untuk pertama kalinya, dilakukanlah diagnosis terhadap penderita agar diketahui semua reaksi tubuh atau gejalanya baru bisa diidentifikasi apa penyebab pastinya.

Metode Diagnosis Trypophobia

Metode Diagnosis Trypophobia

Seperti yang diungkapkan di atas, diagnosis trypophobia memang dapat dilakukan melalui pemeriksaan terhadap penderita. Pada umumnya, langkah pertama yang dilakukan oleh dokter yang ingin mendiagnosis fobia adalah menanyakan mengenai gejala, riwayat medis, psikiatris, dan sosial. Dalam kasus penyakit trypophobia, seseorang akan diperlihatkan beraneka macam objek khas trypophobia, lalu diamati responnya oleh dokter atau terapis.

Seperti yang ditulis di situs doktersehat.com, selain melakukan serangkaian pemeriksaan tersebut, dokter dapat menggunakan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM–5) guna membantu proses diagnosis. Meski demikian, proses diagnosis trypophobia tidak menggunakan DSM-5 karena memang belum resmi diakui sebagai masalah kesehatan mental.

Penanganan pada Penderita Trypophobia
Sampai saat ini, memang belum ada cara yang menjadi metode penanganan khusus untuk penderita fobia ini. Meskipun demikian, terdapat upaya penanganan dan pengobatan yang diperlukan untuk mengatasi gejala trypophobia tersebut. Setelah penanganan pertama berupa pemeriksaan diagnosis trypophobia di atas, upaya penanganan berikutnya adalah pengulangan terapi untuk melawan rasa takut saat dihadapkan pada penyebab fobia.

Penanganan berikutnya juga sangat berarti yaitu menangani penderita dengan pelaksanaan terapi relaksasi. Terapi ini diperlukan untuk memberikan efek tenang dan rileks kepada pengidap agar merasa kembali baik dan tidak cemas atau panik. Umumnya terapi ini dilakukan seiring terapi pemaparan yang dilakukan pasien dalam melawan fobianya. Terapi relaksasi yang dilakukan adalah meliputi olahraga ringan seperti yoga dan zumba. Olahraga lari juga sangat disarankan agar tubuh dan pikiran jadi fresh kembali.

Kecemasan atau kepanikan sebagai gejala umum saat melihat kelompok lubang atau rongga juga bisa hilang dengan terapi relaksasi tersebut. Para terapis juga menyarankan agar menerapkan terapi relaksasi berupa kegiatan positif yang berkaitan dengan hobi atau sesuatu yang disukai pengidap fobia. Hal ini akan lebih efektif dan cepat untuk memberikan ketenangan dan pikiran positif, bahkan setelah mengetahui hasil diagnosis trypophobia yang positif.

Dengan melakukan hobinya, pengidap fobia akan kembali merasa bahagia dan berpikir positif dalam menjalani setiap hal. Pola pikir yang sehat ini akan membuat proses penanganan dan penyembuhan dari fobia bisa berlangsung lebih lancar dan efektif.

Proses diagnosis trypophobia hingga penanganannya berupa berbagai macam terapi memang sangat disarankan agar penderita bisa menjalani hari dengan lebih tenang. Jadi, sewaktu menghadapi sumber fobianya secara tidak sengaja tidak akan langsung kambuh. Kecemasan dan kepanikannya yang terpaksa timbul juga lebih mampu dikontrol. Dengan demikian, gejala yang timbul tidak akan parah atau sampai komplikasi.

Sumber artikel:
hellosehat.com
doktersehat.com

Sumber gambar:
palembang.tribunnews.com
kaltim.tribunnews.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Jenis Bahan Jersey yang Cocok untuk Custom Jersey Futsal

5.kegunaaan buah alpukat

Khasiat buah alpukat merupakan mengandung tidak sedikit lemak yang baik. Kandungan inilah yang membikin kegunaaan buah alpukat sangat bervariasi, mulai dari pengobatan sampai urusan kecantikan. Buah alpukat mengandung vitamin K, folat, vitamin C, dan vitamin B5, alpukat tidak mengandung kolesterol dan garam. Sangat rendah karbohidrat.namun kaya bakal lemak baik dan sehat, buah alpukat mengandung kalium yang lebih tinggi dari pada pisang, di dalam 100 gram buah alpukat terkandung kalium yang dapat memenuhi 15 % keperluan sehari. sedangkan pada buah pisang hanya 10%, ini la kegunaaan buah alpukat bagi kesehatan tubuh anda



1.menjaga kesehatan mata

Kegunaaan buah alpukat untuk menjaga organ mata merupakan faktor yang terpenting. Tidak hanya mengunkan kacamata saat di dapan komentar alias laptop, kalian juga dapat melindungi mata dengan tidak jarang mengonsumsi makanan buah alpukat, buah alpukat mempunyai kandungan karotenoid Lutein yang berkegunaaan untuk menjaga mata dari proses katarak

Gejala Hepatitis Pada Anak dan Cara Penanganannya

Hampir semua orang tau pasti ingin jika anaknya tubuh dengan sehat. Namun kemungkinan tertular beberapa penyakit juga ada, termasuk dengan penyakit hepatitis A. Salah satu cara paling baik untuk mencegah penyakit ini pada bayi adalah dengan vaksin hepatitis. Sebagai orang tua Anda juga wajib atau gejala hepatitis pada anak dan cara penanganannya. Berikut penjelasan singkatnya!



1. Mengenal Hepatitis A
Sebelum mengenal gejala dari hepatitis pada anak sebaik pelajari apa itu penyakit Hepatitis A. Hepatitis A sendiri merupakan jenis penyakit yang kerap dijumpai pada usia anak. Hepatitis A adalah penyakit menyerang organ bagian hati dan disebabkan karena adanya infeksi virus.

Masa inkubasi virus pada hepatitis A, dari awal masuk virus sampai menimbulkan gejala penyakit akan memakan waktu kira-kira 28 hari. Pada umumnya imunitas pada anak bisa melawan virus hepatitis A. Namun jika pertahanan tubuh sedang dalam keadaan lemah maka kemungkinan juga bisa menyebabkan kejang atau kesadaran menuru…